Selasa, 01 Mei 2012

Masalah dan Solusi Remaja disekolah..

 
Masalah dan Solusi Remaja disekolah..



Sudah cukup lama dirasakan adanya ketidakseimbangan antara perkembangan
intelektual dan emosional remaja di sekolah menegah (SLTP/ SLTA). Kemampuan
intelektual mereka telah dirangsang sejak awal melalui berbagai macam sarana dan
prasarana yang disiapkan di rumah dan di sekolah. Mereka telah dibanjiri berbagai
informasi, pengertian-pengertian, serta konsep-konsep pengetahuan melalui media
massa (televisi, video, radio, dan film) yang semuanya tidak bisa dipisahkan dari
kehidupan para remaja sekarang. Dari segi fisik, para remaja sekarang juga cukup
terpelihara dengan baik sehingga mempunyai ukuran tubuh yang sudah tampak
dewasa, tetapi mempuyai emosi yang masih seperti anak kecil. Terhadap kondisi
remaja yang demikian, banyak orang tua yang tidak berdaya berhadapan dengan
masalah membesarkan dan mendewasakan anak-anak di dalam masyarakat yang
berkembang begitu cepat, yang berbeda secara radikal dengan dunia di masa
remaja mereka dulu.
Masalah Remaja Di Sekolah Remaja yang masih sekolah di SLTP/ SLTA selalu
mendapat banyak hambatan atau masalah yang biasanya muncul dalam bentuk
perilaku. Berikut ada lima daftar masalah yang selalu dihadapi para remaja di
sekolah.
1. Perilaku Bermasalah (problem behavior). Masalah perilaku yang
dialami remaja di sekolah dapat dikatakan masih dalam kategori wajar jika
tidak merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Dampak perilaku bermasalah
yang dilakukan remaja akan menghambat dirinya dalam proses sosialisasinya
dengan remaja lain, dengan guru, dan dengan masyarakat. Perilaku malu
dalam dalam mengikuti berbagai aktvitas yang digelar sekolah misalnya,
termasuk dalam kategori perilaku bermasalah yang menyebabkan seorang
remaja mengalami kekurangan pengalaman. Jadi problem behaviour akan
merugikan secara tidak langsung pada seorang remaja di sekolah akibat
perilakunya sendiri.
2. Perilaku menyimpang (behaviour disorder). Perilaku menyimpang
pada remaja merupakan perilaku yang kacau yang menyebabkan seorang
remaja kelihatan gugup (nervous) dan perilakunya tidak terkontrol (uncontrol).
Memang diakui bahwa tidak semua remaja mengalami behaviour disorder.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar