Selasa, 01 Mei 2012

Masalah dan Solusi Remaja disekolah..

 
Masalah dan Solusi Remaja disekolah..



Sudah cukup lama dirasakan adanya ketidakseimbangan antara perkembangan
intelektual dan emosional remaja di sekolah menegah (SLTP/ SLTA). Kemampuan
intelektual mereka telah dirangsang sejak awal melalui berbagai macam sarana dan
prasarana yang disiapkan di rumah dan di sekolah. Mereka telah dibanjiri berbagai
informasi, pengertian-pengertian, serta konsep-konsep pengetahuan melalui media
massa (televisi, video, radio, dan film) yang semuanya tidak bisa dipisahkan dari
kehidupan para remaja sekarang. Dari segi fisik, para remaja sekarang juga cukup
terpelihara dengan baik sehingga mempunyai ukuran tubuh yang sudah tampak
dewasa, tetapi mempuyai emosi yang masih seperti anak kecil. Terhadap kondisi
remaja yang demikian, banyak orang tua yang tidak berdaya berhadapan dengan
masalah membesarkan dan mendewasakan anak-anak di dalam masyarakat yang
berkembang begitu cepat, yang berbeda secara radikal dengan dunia di masa
remaja mereka dulu.
Masalah Remaja Di Sekolah Remaja yang masih sekolah di SLTP/ SLTA selalu
mendapat banyak hambatan atau masalah yang biasanya muncul dalam bentuk
perilaku. Berikut ada lima daftar masalah yang selalu dihadapi para remaja di
sekolah.
1. Perilaku Bermasalah (problem behavior). Masalah perilaku yang
dialami remaja di sekolah dapat dikatakan masih dalam kategori wajar jika
tidak merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Dampak perilaku bermasalah
yang dilakukan remaja akan menghambat dirinya dalam proses sosialisasinya
dengan remaja lain, dengan guru, dan dengan masyarakat. Perilaku malu
dalam dalam mengikuti berbagai aktvitas yang digelar sekolah misalnya,
termasuk dalam kategori perilaku bermasalah yang menyebabkan seorang
remaja mengalami kekurangan pengalaman. Jadi problem behaviour akan
merugikan secara tidak langsung pada seorang remaja di sekolah akibat
perilakunya sendiri.
2. Perilaku menyimpang (behaviour disorder). Perilaku menyimpang
pada remaja merupakan perilaku yang kacau yang menyebabkan seorang
remaja kelihatan gugup (nervous) dan perilakunya tidak terkontrol (uncontrol).
Memang diakui bahwa tidak semua remaja mengalami behaviour disorder.

Olah Raga yang membuat Anda BAHAGIA


Apakah Anda merasa selalu uring-uringan setiap hari? Suasana hati kacau tanpa sebab? Bisa jadi, Anda kurang berolahraga.


Cukup mencoba beberapa olahraga berikut ini, Anda bisa menaikkan mood Anda dan membuat Anda merasa lebih bahagia. Seperti dilansir melalui iDiva, inilah olahraga yang bisa membuat kita bahagia. yuk, kita intip.
Berenang

Kapan terakhir Anda melompat ke kolam berenang? Berenang merupakan salah satu jenis olahraga sehat. Berenang juga bisa membakar sampai 300 kalori setiap jam. "Berenang membantu melonggarkan tubuh dan mengencangkan otot Anda. Olahraga ini amat baik bagi penderita Asma." kata Althea Shah, pelatih kebugaran di Gold Gym.
Menari

Bila Anda ingin olahraga yang sedikit berbeda, mungkin Anda bisa mencoba menari. Apapun jenis tarian merupakan cara efektif untuk bersenang-senang dan membuat perasaan Anda lebih baik. Menari tak hanya terbatas di klub, tapi Anda bisa melakukannya di tempat gym bahkan di rumah. Pilih musik dan tarian kesukaan Anda, pakai busana yang membuat Anda nyaman dan menarilah! "Anda bisa mempelajari suatu jenis tarian dan menggunakannya untuk berolahraga. Salsa merupakan tarian yang difavoritkan. Cari pasangan dan ciptakan keintiman sehingga menaikkan mood Anda," tambah Althea.
Olahraga Outdoor

Olahraga outdoor lebih bersifat petualangan yang memacu adrenalin dan sangat cocok untuk menghilangkan stres. Cobalah bungee jumping, parasailing, rafting, naik gunung, panjat tebing hingga surfing. "Olahraga ini memerlukan energi dan menggunakan otot. Aktivitas ini bekerja pada kaki, tangan dan perut sehingga tubuh menjadi bugar," tambahnya.
Jalan Kaki

Berjalan merupakan aktivitas yang diperlukan untuk menjernihkan pikiran dan membuat Anda rileks. Berjalan santai juga membantu menaikkan mood Anda. Cobalah berjalan sambil mendengarkan musik di iPod, biarkan pikiran Anda tenang dan hiruplah nafas dalam-dalam. Yuk, rutin lakukan jalan santai setiap pagi atau sore hari di taman
kota atau kompleks sekitar rumah.
Skipping

Skipping atau lompat tali tak hanya bisa membuat Anda keringatan, tetapi juga membuat badan Anda bugar. "Mulai perlahan-lahan melompat minimal 100 kali dengan jeda diantaranya." Melompat tali secara rutin akan melepaskan hormon endorphin, sejenis hormon yang memberikan perasaan senang.

DAMPAK FRUSTASI TERHADAP KESEHATAN MENTAL REMAJA


DAMPAK FRUSTASI TERHADAP KESEHATAN MENTAL REMAJA

pada masa anak-anak, masalah anak-anak diselesaikan oleh orang tua dan guru sehingga remaja tidak berpengalaman dalam menyelesaikan masalah. Penyebab lainnya, para remaja merasa mandiri sehingga mereka ingin mengatasi masalahnya sendiri dan menolak bantuan dari orang tua dan guru.
1.      Masa remaja sebagai masa mencari identitas
Erikson menjelaskan, identitas diri yang dicari remaja berupa usaha untuk menjelaskan siapa dirinya, apa peranannya dalam masyarakat. Dalam usaha mencari perasaan kesinambungan dan kesamaan yang baru, para remaja harus memperjuangkan kembali perjuangan tahun-tahun lalu, meskipun untuk melakukannya mereka harus menunjukkan secara artifisial orang-orang yang baik hati untuk berperan sebagai musuh dan mereka siap untuk menempatkan idola dan ideal mereka sebagai pembimbing dalam mencapai identitas akhir.
2.      Masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan
Adanya stereotip tentang remaja yaitu remaja adalah anak-anak yang tidak rapi, tidak dapat dipercaya dan cenderung berperilaku agresi. Hal inilah yang menimbulkan ketakuatan pada remaja dipengaruhi oleh stereotip-stereotip tersebut sehingga menimbulkan pertentangan dengan orang tua.
3.      Masa remaja sebagai masa yang tidak realistik
Remaja cenderung melihat diri sendiri dan orang lain sebagaimana yang dia inginkan dan bukan sebagaimana mestinya terutama dalam hal cita-cita. Hal ini menyebabkan terbentuknya cita-cita yang tidak realistik pada dirinya dan orang lain.
4.      Masa remaja sebagai ambang dewasa
Remaja menjadi gelisah untuk meninggalkan stereotip belasan tahun dan untuk memberi kesan dewasa pada dirinya. Oleh karena itu mereka lebih memusatkan diri pada perilaku orang dewasa, misalnya merokok. Dibawah ini akan dideskripsikan bagaimana dampat frustasi terhadap kesehatan mental remaja:
1.      Remaja yang Sehat Mentalnya
Masa remaja adalah masa dimana terjadi banyak perubahan dalam diri individu seperti perubahan tubuh atau fisik, pemikiran, kedewasaan dan lingkungan sosialnya yang lebih membutuhkan teman sebayanya. Apabila remaja tidak dapat menerima setiap perubahan yang terjadi pada dirinya dan ditanggapi dengan tidak sehat akan terjadi gangguan-gangguan baik fisik maupun mentalnya. Namun apabila remaja dapat menerima setiap perubahan yang terjadi, maka remaja akan tumbuh secara sehat baik fisik maupun mentalnya. Adapun kriteria remaja yang bermental sehat yaitu :
1.      Dapat menerima perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya dengan lapang dada.
2.      Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya (teman sebayanya).
3.      Dapat mengatasi gejolak-gejolak seksualitasnya.
4.      Mampu menemukan jati dirinya dan berperilaku sesuai jati dirinya tersebut (identitasnya).
5.      Dapat menyeimbangkan pengaruh orang tua dan pengaruh teman sebayanya.
6.      Dapat megaktualisasikan kemampuannya baik dalam sekolah maupun lingkungan sosialnya.
7.      Tidak mudah goyah apabila terjadi konflik-konflik yang membutuhkan penyelesaian dengan pikiran yang jernih.
8.      Memiliki cita-cita atau tujuan hidup yang dapat dikejar dan diwujudkan untuk memotivasi diri menjadi seseorang yang berguna.
9.      Memiliki integrasi kepribadian.
10.  Memiliki perasaan aman dan perasaan menjadi anggota kelompoknya.
2.      Penyebab Frustrasi pada Remaja
Penyebab frustrasi pada remaja beraneka ragam terkait pada perubahan-perubahan fisik dan mental yang dapat menimbulkan konflik. Adapun penyebab-penyebab frustrasi antara lain :
1.      Krisis identitas
Remaja mengalami kebingungan identitas antara anak-anak atau dewasa. Remaja sering dibingungkan untuk mempertahankan perilaku anak-anak atau dewasa. Frustrasi disebabkan dalam memecahkan masalah, remaja hanya memiliki sedikit pengalaman untuk memecahkan masalahnya secara mandiri, berbeda pada saat masa anak yang masih selalu mendapat bantuan dari orang tua, sementara remaja sudah dituntut untuk mandiri.
2.      Perubahan sosial dan peran orang tua
Perubahan sosial sangat nyata sekali dalam perkembangan remaja, dari pengaruh orang tua yang besar (pada masa anak-anak) menjadi pengaruh teman sebaya. Tekanan teman sebaya dan konformitas mewarnai nilai-nilai yang ada pada remaja. Remaja akan melakukan apapun agar diterima dalam lingkungan teman sebaya walaupun hal itu bertentangan dengan diri pribadinya. Penerimaan kelompok sebaya sangat penting bagi remaja. Konflik terjadi antara konsep diri individu dengan konsep lingkungan remaja yang menuntut remaja untuk bersikap sesuai kelompok. Penolakan kelompok sebaya terhadap diri remaja menyebabkan remaja frustrasi.
Konflik dengan orang tua sering terjadi pada masa remaja. Pada umumnya pengaruh orang tua tidak diperhatikan oleh remaja. Remaja seringkali menentang orang tua sehingga menimbulkan konflik antara orang tua dan remaja. Konflik biasanya bermula dari persoalan kesalahpahaman, kesulitan komunikasi atau perbedaan-perbedaan norma antara anak remaja dengan orang tuanya.
3.      Emosi yang labil
Emosi yang labil menyebabkan remaja sering terombang-ambing oleh munculnya kekecewaan dan penderitaan, meningkatnya konflik, pertentangan-pertentangan dan krisis penyesuaian, impian dan khayalan, pacaran dan percintaan, keterasingan dari kehidupan dewasa dan normal kebudayaan. Frustrasi terjadi karena kematangan emosi sehingga tidak dapat mengatur emosi-emosi yang ada pada dirinya.
4.      Cita-cita yang tidak realistis
Frustrasi terjadi apabila cita-cita yang diharapkan remaja tidak tercapai karena memang cita-cita yang ada pada remaja tidak realistis remaja cenderung mengidentifikasikan dirinya dengan sesuatu yang tidak relistis.
5.      Masalah kesulitan belajar
Frustrasi disebabkan oleh kesulitan dalam belajar, meliputi: kegagalan dalam belajar, tidak naik kelas, tidak diterima di sekolah favorit, tidak sesuai dengan minat dan bakat atau konflik dengan guru
6.      Masalah seksualitas
Frustrasi terjadi terkait seksualitas adalah keingintahuan remaja atas seks yang besar tidak didukung oleh pendidikan seks baik oleh orang tua maupun sekolah sehingga anak cenderung mencari tahu sendiri karena orang tua cenderung mentabukan tentang seks. Cara yang diambil remaja cenderung negatif misalnya dengan membaca situs-situs porno atau free sex.
3.      Dampak Frustrasi terhadap Kesehatan Mental Remja
Frustrasi dapat memunculkan suatu dampak baik yang positif maupun yang negatif. Dampak tersebut dapat mempengaruhi remaja secara langsung ataupun tidak langsung. Dampak-dampak tersebut antara lain :
  • Dampak positif
Dampak positif pada diri remaja adalah dengan adanya frustrasi, akan terjadi mobilisasi dan penambahan kegiatan remaja untuk lebih berusaha, lebih produktif dan bersemangat dalam mencapai tujuannya. Remaja juga akan bisa bersikap lebih dewasa, lebih bijaksana dalam mengambil keputusan-keputusan dan dapat berpikir rasional. Hal ini dapat dilakukan dengan bersinnung, membuat dinamis iriil satu kebutuhan, kompensasi dari tujuan, serta sublimasi kegiatan menjadi kegiatan yang dapat diterima masyarakat luas. Selain itu remaja bisa lebih dekat dengan Tuhan karena adanya resignation yaitu pasrah dan tawakal pada Ilahi sehingga bisa menerima kenyataan dengan sikap rasional dan ilmiah tanpa merasa putus asa dan menyerah.
  • Dampak negatif
Dampak negatif dengan adanya frustrasi adalah timbulnya beberapa perilaku yang menyebabkan gangguan fisik dan psikis pada remaja, antara lain:
1.      Pemakaian obat terlarang dan alkohol
Remaja yang dikarenakan ketidakmatangan emosinya seringkali menyelesaikan frustrasi dengan memakai obat terlarang dan alkohol untuk membuat dirinya nyaman. Pemakainan obat terlarang dan alkohol juga untuk menarik perhatian orang lain.
2.      Kenakalan remaja
Frustrasi sering membuat remaja melakukan tindakan kriminal sebagai dampak adanya emosi yang labil sehingga membuat remaja cenderung bersikap agresi.
3.      Kehamilan pada remaja
Frustrasi disebabkan karena seksualitas menyebabkan remaja melakukan free sex yang berdampak kehamilan pada usia muda karena ketidaktahuan remaja akan sex education (misalnya penggunaan kondom pada saat berhubungan sex).
4.      Bunuh diri
Remaja sering kali berpikiran dangkal untuk menyelesaikan frustrasi pada dirinya dengan bunuh diri. Bunuh diri juga dijadikan alat untuk mencari perhatian orang lain karena pada usia remaja kecendrungan untuk mendapat perhatian orang lain sangatlah besar. Remaja menggunakan cara bunuh diri untuk mengatasi frustrasi yang disebabkan penolakan.
5.      Gangguan makan
Minat akan ciri fisik yang ideal menyebabkan remaja mengalami gangguan makan yang disebabkan frustrasi atas minat fisiknya. Remaja cenderung mengidentifikasikan orang yang kurus kering merupakan bentuk tubuh yang ideal sehingga timbul gangguan makan yang sering terjadi pada remaja yaitu bulimia dan anoreksia nervosa.
4.      Cara Mengatasi Dampak Negatif Frustrasi
Untuk mengatasi frustrasi remaja diperlukan kerjasama antara remaja itu sendiri, orang tua, sekolah bahkan pemerintah. Adapun cara mengatasinya, antara lain:
1.      Remaja
o        Menerima keadaan fisiknya
Perubahan fisik yang begitu pesat sering kali membuat remaja frustrasi karena tidak siap dengan hal tersebut. Untuk itu remaja harus dapat menerima keadaan fisiknya untuk mengatasi frustrasi.
o        Mampu bergaul
Kemampuan bergaul yang baik akan membantu remaja mengatasi penolakan terutama penolakan kelompok teman sebaya.
o        Menemukan model untuk identifikasi
Model identifikasi yang baik membantu remaja untuk dapat mencontoh perilaku-perilaku efektif model dalam menghadapi frustrasi (teori imitasi Albert Bandura).
o        Mengetahui dan menerima kemampuan sendiri
Dengan mengetahui dan menerima kemampuan diri dapat menghindarkan remaja atas cita-cita yang tidak realistis yang menjadi penyebab frustrasi.
o        Memperkuat penguasaan diri atas dasar skala nilai dan norma
Penguasaan diri atas norma membantu remaja tersebut untuk mengerti tentang pentingnya suatu aturan sosial sebagai cara mengatasi kenakalan remaja.
o        Meninggalkan reaksi dan cara penyesuaian kekanak-kanakan
Remaja diupayakan untuk dapat menyesuaikan dirinya kearah kedewasaan dengan meninggalkan perilaku kekanak-kanakan agar kebingungan identitas dapat segera teratasi.
2.      Orang tua
o        Menunjukkan kasih sayang dan empati terhadap remaja
Kasih sayang dan empati dapat membantu frustrasi remaja atas penerimaan oleh lingkungan sosialnya.
o        Membantu remaja menempuh jalan diferensiasi atas ‘need’ dan ‘want’
Dengan membantu remaja dalam diferensiasi konsep ‘need dan ‘want’ akan membantu remaja dalam penyesuain diri untuk kedewasaan dan meninggalkan perilaku kekanak-kanakan.
o        Menyisihkan waktu untuk berbicara pada remaja tanpa menekan remaja
Dengan menyisihkan waktu untuk remaja akan membuat adanya rasa penerimaan sosial dan remaja dapat menumpahkan segala sesuatu yang menjadi penyebab frustrasi diri pada orang tuannya.
o        Membantu remaja menumbuhkan rasa percaya diri
Dengan adanya kebebasan berpendapat dalam keluarga yang demokrasi dapat menumbuhkan rasa percaya diri remaja untuk menghadapi frustrasi pada dirinya.
o        Pendidikan seks yang tepat untuk remaja
Pendidikan seks yang tepat dari orang tua dapat memuaskan keingintahuan remaja atas seksualitas dan mencegah timbulnya kehamilan pada usia muda.
3.      Sekolah
o        Hargai kebutuhan remaja akan penyaluran fisik
Dengan mengurangi pengajaran dengan cara duduk atau memberikan ceramah dapat mengatasi frustrasi remaja atas kebutuhan untuk selalu aktif karena tenaga dan semangat remaja sangatlah besar.
o        Memberikan penyaluran untuk kreativitas
Dengan memberikan variasi tugas dapat memberikan suatu pelajaran kreativitas remaja dalam meghadapi frustrasi. Kegiatan ekstrakurikuler juga dapat mebantu pembentukan kreativitas remaja.
o        Berikan aturan yang jelas tentang bolos sekolah, penggunaan obat-obatan terlarang dan tindak kekerasan
Aturan yang jelas dan mengikat atas bolos sekolah dan penggunaan obat terlarang akan membentuk kedisiplinan remaja sehingga mencegah penggunaan obat-obatan terlarang
o        Memberikan pendidikan seks remaja di sekolah
2.      Pemerintah
o        Pembentukan UU sebagai aturan atas larangan penggunaan obat-obat terlarang dan alkohol pada remaja
o        Pembentukan suatu lembaga untuk penyaluran bakat remaja
o        Promosi kesehatan me

Gaya Hidup Remaja Masa kini


Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa gaya hidup anak remaja kini sangat berbeda dengan gaya hidup anak remaja dulu. Kalau dulu, anak remajanya tidak mengenal yang namanya narkoba, komputer, HP (Hand Phond), fashion, atau berbagai macam model pakaian. Kini justru sebaliknya. Anak remaja, atau istilah lainnya ABG (Anak Baru Gede) justru bergelut dengan hal-hal tersebut. Dan menjadi gaya hidup mereka tiap harinya. Maka apa yang pernah dikatakan oleh filsuf Baudrillard beberapa abad lalu memang ada kebenaranya. Menurutnya, gaya hidup manusia jaman kini dibentuk oleh pabrik-pabrik imajinasi seperti fashion, komputer, HP, dll. Bukan oleh nilai-nilai moral yang beberapa dekade lalu mendapat tempat istimewa dalam kehidupan manusia. Karena itu, apa yang telah diwanti-wanti oleh beliau memang tepat, dan benar. Yang mana hal tersebut dapat kita temukan dalam gaya hidup remaja masa kini.

Terjadinya perubahan gaya hidup (life style) anak remaja masa kini tak terlepas dari perubahan budaya, pola pikir yang dianut oleh masyarakat bersangkutan. Kini anak remaja lebih senang dengan hal-hal yang serba instan, pragmatis, dan cenderung kebarat-baratan. Hal itu dapat kita lihat dalam bentuk rambut, pakaian, maupun sepatu, dll. Itu dimungkinkan karena alam modern menyediakan berbagai macam alternatif dalam kehidupan. Manusia tinggal memilih mana yang suka, dan tidak suka, cocok dan tidak cocok. Akibatnya sangat fatal. Budaya asli yang dulu menjadi tonggak budaya masyarakat menjadi terkubur oleh budaya baru yaitu budaya modern yang tidak lain adalah budaya barat. Contoh yang paling praktis adalah kebaya. Pada jaman dulu Kebaya menjadi salah satu pakaian istimewa, favorit di masyarakat kita.
Setiap ada upacara besar pun kebaya tidak pernah luput dari mata. Namun seiring dengan berkembangnya jaman yang makin maju, terbuka kebaya lama kelamaan dtinggalkan oleh masyarakat. Dan beralih ke bentuk pakaian-pakaian yang lebih simple, praktis, dan memberi warna tersendiri bagi setiap orang yang menggunakannya.
Selain dalam hal pakaian, gaya hidup anak remaja masa kini memang lebih maju, terbuka dibandingkan dengan jaman dulu. Pola pikir, cara bertindak, dan cara berbicara pun sangat dipengaruhi oleh gaya hidup modern yang tidak lain adalah generalisasi budaya barat itu sendiri. Itu semua adalah sisi positif dari lahirnya budaya maju. Dan sisi-sisi positif gaya hidup modern tersebut tidak terbantahkan lagi. Akan tetapi kita juga jangan lupa bahwa di mana ada sisi positif, maka sisi negatifnya juga pasti ada. Begitu juga dalam hal gaya hidup modern. Gaya hidup modern selain memberi nilai-nilai positif, juga mengakibatkan sisi negatif yang tidak kalah bahayanya.

Kasus narkoba, free seks, korupsi waktu, dan lebih memilih hal-hal yang lebih instan ketimbang mengikuti proses merupakan sisi lain dari kehidupan anak remaja dewasa ini. Ratusan ribu anak-anak remaja dewasa ini tersandung kasus narkoba, dan nasibnya berakhir di bui. Maraknya free seks dalam kehidupan anak remaja juga tidak kalah hebatnya. Akibatnya ada ratusan ribu anak remaja di tanah air menjadi pengidap penyakit HIV/Aids. Dan nasibnya sangat tragis. Lalu muncul pertanyaan perlukah gaya hidup anak remaja semacam itu diteruskan atau justru ditinjau kembali dengan memberlakukan kembali nilai-nilai tradisional? Pertanyaan semacam ini sangat dilematis. Sebab jika kita mengatakan ya untuk mendukung gaya hidup anak remaja modern seperti kasus-kasus diatas kita dituduh terlalu liberal. Bahkan dituduh tidak bermoral, dan tidak memperhatikan tata nilai yang berlaku dalam kehidupan masyarakat. Lalu jika kita mengatakan tidak! Malah kita dituduh terlalu konservatif, berpikiran sempit, dan tidak mengikuti perkembangan jaman. Bahkan jika tidak hati-hati bisa dituduh sebagai pengkhianat kemoderenan, dan masuk dalam keanggotaan kaum fundamentalis. Lalu bagaimana?

Para pengagum modernitas sepakat bahwa proyek modernitas yang dilahirkan beberapa abad lalu dalam kehidupan manusia memang tak terhindarkan.
Budaya modern, dan segala hal yang berbau gaya hidup modern harus diikuti. Bila tidak, maka akan ketinggalan jaman. Dan menjadi korban proyek modernitas itu sendiri. Karena itu, mengganti budaya-budaya lokal dengan budaya baru, dengan segala macam tawaran gaya hidupnya adalah suatu keharusan.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terlontar diatas, maka menurut pengamatan saya harus ada keseimbangan antara gaya hidup culture modern dengan gaya hidup culture asli/lokal. Dan jangan sampai berat sebelah. Hal itu bisa dilakukan dengan melihat kembali kearafan lokal, nilai-nilai positif yang ada dalam budaya lokal. Dan menggunakannya untuk menyaring budaya-budaya modern yang cenderung agresif dan tidak adil. Ini adalah tugas kita semua. Kita sebagai pemilik budaya lokal perlu ketegasan dalam hal ini.(Artikel ini sudah dimuat di salah satu media cetak lokal).

Tiada Hari Tanpa Cinta


Tiada hari tanpa cinta


 

Hidup dibumi yang indah dan banyak fasilitasnya sangatlah menyenangkan, Tuhan telah memanjakan manusia dibumi ini dengan berbagai nikmat yang besar dan tiada pernah habis jika benar-benar dijaga, dirawat dan digunakan dengan kemanfaatan.

Anugerah Tuhan begitu tiada dapat dihitung dengan alat secanggih apapun, apalagi dengan jari jemari ditangan ini?. Sudah tentu dan wajib bagi manusia tanpa diperintah lagi untuk selalu mensyukuri nikmat Tuhan ini.

Manusia tidak akan hidup tanpa udara, tanpa air dan tanpa tumbuhan ... jadi tiada hari tanpa itu semua yang dianugerahkan secara gratis oleh Tuhan. Namun, apakah sudah cukupkah bagi manusia difasilitasi itu semua untuk bisa merasakan kenikmatan kebahagiaan?. Tentu jawabannya tidak.

Tuhan juga memberikan suatu rahasia kebahagiaan bagi yang menginginkannya, kebahagiaan ini gratis namun hanya untuk orang yang benar-benar menginginkan kedamaian dan ketenteraman. Lalu apa kenikmatan yang dimaksud itu?. Yaitu Cinta ....

Manusia yang hatinya tiada cinta, walaupun sudah bernafas, minum dan makan sudah tentu tidak akan merasakan kebahagiaan yang satu ini. Tanpa cinta hidup akan hampa, hidup tanpa gairah, karena cinta adalah anugerah yang indah yang mempunyai fungsi besar untuk terciptanya sebuah kedamaian, kedamaian tidak akan tercipta tanpa adanya cinta, kasih sayang dan toleransi penghormatan kepada yang lain.

Sudah jelas bukan?. Jika inginkan kebahagiaan harus memegang teguh slogan, Tiada Hari Tanpa Cinta. Jadi tebarkan cinta, tebarkan kasih sayang pasti akan tercipta suasana yang indah bagaikan suasana surga.

Namun, ada yang bilang justru karena cinta hidup akan menderita. Pernyataan seperti itu sungguh tidak benar, mengapa?.
Ada beberapa cinta yang malah membuat kehancuran dan bahkan berakhir dengan kebencian. Cinta yang seperti apakah itu?.

 Itulah cinta yang tak pernah membawa kedamaian justru akan membawa kerusakan dan keonaran. Jadi, Tiada hari tanpa cinta, cinta yang benar, cinta yang setia dan cinta yang benar-benar mempunyai kesungguhan, serta cinta yang berpegang kuat pada cinta-Nya.

Oleh karena itu, tebarkanlah cintamu yang ikhlas dan tulus, niscaya akan memberikan dampak yang luar biasa bagi kedamaian. InsyaAllah ....

HAKIKAT CINTA BAGI REMAJA


HAKIKAT CINTA BAGI REMAJA

Kata Cinta bukan lagi hal asing di telinga kita.Bahkan kata-kata itu telah melekat dikalangan remaja.Fenomena yang bukan fatamorgana lagi.Tapi dunia nyata yang mengandung sejuta kisah,itu kata "Mereka".Sebagian remaja mengungkapkan bahwa Cinta itu,suatu kasenangan sesaat tanpa berfikir panjang kemungkinan "Besok" yang akan terjadi.Tapi sebagian mereka juga ada yang berpendapat cinta itu bukan hanya mainan belaka , tapi ikatan yang harus dipertahankan. Setiap diri memiliki persepsi yang berbeda akan makana cinta. Tak bisa disalahkan juga jika cinta remaja membawa dampak negatif. Karena pada dasarnya cinta itu anugerah terindah dari ALLAH. Yang patut disalahkan bukanlah cinta tapi , diri yang mempunyai cinta kemudian diwujudkan dengan nafsu."CINTA" itu anugerah istimewa bagi insang anak manusia dari ALLAH. Sebenarnya ,cinta gak harus dihadirkan untuk Sang Kekasih Hati, Tapi bisa diberikan untuk orang-orang yang tersayang, Ibu', Bapak, keluarga yang memiliki ketulusan dalam keheningan Cinta.

Masalah Remaja

Masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasannya usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas. Pubertas yang dahulu dianggap sebagai tanda awal keremajaan ternyata tidak lagi valid sebagai patokan atau batasan untuk pengkategorian remaja sebab usia pubertas yang dahulu terjadi pada akhir usia belasan (15-18) kini terjadi pada awal belasan bahkan sebelum usia 11 tahun. 

Seorang anak berusia 10 tahun mungkin saja sudah (atau sedang) mengalami pubertas namun tidak berarti ia sudah bisa dikatakan sebagai remaja dan sudah siap menghadapi dunia orang dewasa. Masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasan usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas. 
Masa remaja ini sering dianggap sebagai masa peralihan, dimana saat-saat ketika anak tidak mau lagi diperlakukan sebagai anak-anak, tetapi dilihat dari pertumbuhan fisiknya ia belum dapat dikatakan orang dewasa Ia belum siap menghadapi dunia nyata orang dewasa, meski di saat yang sama ia juga bukan anak-anak lagi. Berbeda dengan balita yang perkembangannya dengan jelas dapat diukur, remaja hampir tidak memiliki pola perkembangan yang pasti. 
Dalam perkembangannya seringkali mereka menjadi bingung karena kadang-kadang diperlakukan sebagai anak-anak tetapi di lain waktu mereka dituntut untuk bersikap mandiri dan dewasa.   
            Memang banyak perubahan pada diri seseorang sebagai tanda keremajaan, namun seringkali perubahan itu hanya merupakan suatu tanda-tanda fisik dan bukan sebagai pengesahan akan keremajaan seseorang.  Namun satu hal yang pasti, konflik yang dihadapi oleh remaja semakin kompleks seiring dengan perubahan pada berbagai dimensi kehidupan dalam diri mereka. Untuk dapat memhami remaja, maka perlu dilihat berdasarkan perubahan pada dimensi-dimensi tersebut.
            Sesuai dengan karakteristik perubahan yang terjadi pada masa remaja itu sendiri dihadapkan kepada berbagai masalah yang menyangkut berbagai aspek perkembangan. masa kini remaja lebih banyak dihadapkan dengan berbagai tuntutan sebagai konsekuensi dari perkembangan masa sekarang yang sering disebut sebagai era globalisasi dengan segala aspek dan dampaknya. Kehidupan remaja tidak dapat lepas dari kondisi kehidupan masa kini. Timbulnya masalah banyak berhubungan dengan tuntutan tugas perkembangan yang harus dipenuhi oleh remaja disuatu pihak, dan kurang mampuan remaja di pihak lain. Dengan demikian, masalah yang sering dihadapi remaja adalah berkenan dengan pengaruh dan tantangan dari lingkungan. Kegagalan dan penyesuaian diri ini dapat menimbulkan gejala kelainan tingkah laku para remaja, dan dapat meluas menjadi kegagalan dalam perkembangan remaja secara keseluruhan.
            Masalah-masalah remaja berhubungan pula dengan ruang lingkup kehidupan para remaja itu sendiri mulai dari keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dalam hubungan dengan keluarga, para remaja sering menghadapi masalah yang timbul karena terjadinya pergeseran peran dalam keluarga yaitu darianak-anak ke remaja yang menuntut peran yang berbeda
            Kenakalan remaja merupakan salah satu dari sekian banyak masalah sosial yang semakin merebak pada waktu sekarang ini. Masalah sosial sering dikaitkan dengan masalah perilaku menyimpang dan bahkan pelanggaran hukum atau tindak kejahatan. Upaya rehabilitasi dianggap lebih tepat untuk mengatasi masalah kenakalan remaja. Hal ini karena remaja adalah generasi penerus yang masih memungkinkan potensi sumberdaya manusianya berkembang, sehingga pada saatnya akan menggantikan generasi sebelumnya menjadi pemimpin-pemimpin bangsa. Pada saat ini semakin berkembang bentuk penyimpangan perilaku yang dilakukan remaja. Kenakalan remaja tidak hanya berbentuk bolos sekolah, mencuri kecil-kecilan, tidak patuh pada orang tua, tetapi mengarah pada tindakan kriminal, seperti perkelahian masal antar pelajar (tawuran) yang menyebabkan kematian, perkosaan, pembunuhan dan lain-lain.
   B.     Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang masalah,adapun rumusan masalah adalah sebagai berikut:
    1.      Apa yang disebut dengan masa remaja?
    2.      Apa saja masalah yang dialami oleh remaja usia sekolah menengah?
   3.      Apa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya berbagai masalah pada perkembangan remaja usia    sekolah menengah?
     4.      Bagaimana cara mengatasi masalah pada perkembangan remaja usia sekolah menengah?

Pengertian Masa Remaja (adolescence)
            Masa remaja disebut juga masa untuk menemukan identitas diri (self identity). Usaha pencarian identitas banyak dilakukan dengan menunjukkan perilaku coba-coba, perilaku imitasi atau identifikasi. Ketika remaja gagal menemukan identitas di-rinya, dia akan mengalami krisis identitas atau identity confusion, sehingga mungkin saja akan terbentuk sistem kepribadian yang bukan menggambarkan keadaan diri yang sebenarnya. Reaksi-reaksi dan ekspresi emosional yang masih labil dan belum terkendali pada masa remaja dapat berdampak pada kehidupan pribadi maupun sosialnya. Dia menjadi sering merasa tertekan dan bermuram durja atau justru dia menjadi orang yang berperilaku agresif. Pertengkaran dan perkelahian seringkali terjadi akibat dari ketidakstabilan emosinya (Gunawan: 2000).
            Masa Remaja juga lazim dikenal sebagai masa sturm and drang (angin dan topan). Ia dihadapkan kepada sejumlah pertanyaan: Siapa sebenarnya aku ini? Akan menjadi apa nanti? Apakah perananku sebagai anggota masyarakat? Apa pekerjaanku? Akan menjadi bapak atau ibu macam siapa? Mengapa harus beragama?. Individu yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan bekal kepercayaan pada lingkungan, kemandirian, inisiatif, kepercayaan atas kemampuan dan kecakapannya, maka ia akan mungkin mampu mengintegrasikan seluruh unsuunsur kepribadiannya. Dengan kata lain, ia akan menemukan identitas/jati dirinya. Sebaliknya, kalau tidak ia akan berada dalam kebingungan dan kekacauan (confuision).
Laju proses perkembangan perilaku dan pribadi remaja dipengaruhi oleh tiga faktor dominan ialah faktor bawaan (heredity), kematangan (maturation), dan lingkungan (environment): termasuk belajar dan latihan (training and learning). Ketiga faktor dominan utama itu senantiasa bervariasi yang mungkin dapat menguntungkan, menghambat atau membatasi lajunya proses perkembangan tesebut.
Garis lintasan perpindahan dari awal sampai akhir masa remaja itu tidakalah selalu berjalan secara lurus dan mulus, tetapi mungkin sebaliknya berliku-liku yang bergantung atas variasi salah satu atau beberapa dari ketiga factor dominan tersebut. Liku-liku perkembangan yang ekstrem merupakan masalah yang tidak mudah diatasi, baik oleh individu yang bersangkutan ataupun oleh masyarakat secara keseluruhan (Soekanto: 1985).
Lefrancois (2002: 130) menyatakan bahwa periode masa remaja itu kiranya dapat didefinisikan secara umum sebagai suatu periode dalam perkembangan yang dijalani seseorang yang terbentang sejak berakhirnya masa kanak-kanaknya sampai datang awal masa dewasanya. Secara tentatif pula para ahli umumnya sependapat bahwa rentangan masa remaja itu berlangsung dari sekitar 11-13 tahun sampai 18-20 tahun menurut umur kalender kelahiran seseorang.
            Masa perkembangan remaja juga ditandai dengan keinginan mengaktualisasikan segala ide pikiran yang dimatangkan selama mengikuti pendidikan. Mereka bersemangat untuk meraih keberhasilan. Oleh karena itu, mereka berlomba dan bersaing dengan orang lain guna membuktikan kemampuannya. Segala daya upaya yang berorientasi untuk mencapai keberhasilan akan selalu ditempuh dan diikuti. Sebab dengan keberhasilan itu, ia akan meningkatkan harkat dan martabat hidup       mereka            di         mata orang            lain.